Smart Phone, Person dan Smart Person.



Ada benda bernama Phone. Itu dulu. Zaman sekarang, menjadi Smart Phone. Tentu begitu juga dengan Person. Ada yang 'Person' saja, ada juga 'Smart Person'. Kita bisa melabelinya begitu.

Bayangkan, jika sebuah Smart Phone dipegang oleh seorang Person, tidak Smart (bukan Smart Person), mungkin saja pengunaan fitur-fitur yang digunakan dalam Smart Phone itu tidak semuanya (tidak maksimal). Mungkin saja Smart Phone yang dimiliki person memiliki fitur keamanan yang tinggi, yang seharusnya bisa dilacak ketika hilang, eh, malah hilang, karena Person yang menggunakannya tidak Smart. Fitur-fitur yang digunakan hanya untuk mendengarkan .mp3, selfie-selfie tak karuan, nonton video, dan hal-hal yang sepele lainnya. Ketika hilang, dia tidak bisa melacaknya kembali, walaupun Smart Phone itu memiliki fitur pelacak posisi. Inilah cerita yang bisa disebut sebagai Smart Phone yang digunalan oleh BUKAN Smart Person.

Mari kita analogikan Smart Phone tersebut dengan Asset Kekayaan atau Keuangan.

Pernah mendengar, ada orang yang mendapatkan warisan ratusan juta rupiah, namun habis dalam waktu beberapa tahun saja. Atau mendapatkan warisan asset berupa tanah, rumah, toko dengan isinya, namun tiba-tiba bangkrut, karena orang yang Smart dalam mengelolanya sudah wafat. Sedangan yang mewarisi tidak terlalu Smart dan tidak peka terhadap perubahan.

Nah, hal inilah yang menyebabkan saya memutuskan untuk belajar Ilmu-ilmu tentang Mental Keuangan di Master Mind, di samping mempelajari tentang asset kekayaan dan finansial (keuangan). Kenapa? Karena saya menyadari bahwa Mental Keuangan itu sangat penting di samping asset kekayaan dan uang yang berlimpah. Memang penting untuk mencari dan memiliki asset kekayaan dan uang yang berlimpah dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Namun ibarat Smart Phone tadi, Smart Phone tersebut tidak layak, tidak pantas, tidak siap dan tidak bisa dimiliki oleh yang BUKAN Smart Person (Person yang tidak Smart). Karena Person tersebut tidak tahu bahwa ada fitur yang memungkinkan untuk melacak kembali Smart Phone itu, jika hilang, atau dicuri, serta tidak pernah menggunakannya.

Sekarang bagaimana dengan kita; Anda dan saya, apakah kita semua sudah SMART dalam mengelola Keuangan dan Asset Kekayaan kita?

Kalau saya sadar, saya masih belum smart. Oleh karena itu saya memutuskan untuk mengambil Pelatihan dan Bimbingan Online selama 1 tahun di Kelas Laduni untuk Kekayaan di Master Mind, yang ternyata saya dapat bonus Kelas Psychology of Selling selama full 1 tahun juga. Plus-nya lagi, saya juga mendapatkan peluang bisnis yang pembagian keuntungannya sangat menggiurkan dan sangat adil, karena menggunakan sistem 3 Levels of Marketing (3LM).

Saya focus dulu untuk membenahi mental keuangan saya, biar saya bisa bermental kaya. Dan focus dalam mencari uang dan asset; 2 hal yang bisa saya lakukan secara bersamaan di Master Mind maupun di luar Master Mind. Asal tahu saja, 2 Mentor saya di Master Mind adalah orang yang Kaya Raya. Makanya saya percaya untuk berguru kepada mereka. Ingin ikut belajar seperti saya? Hubungi saya di 0895702315999 (WA) / 082353175935 , atau bikin janji temu dengan saya.

#3LMasterMind #3LMLaduniKekayaan #3LMPsikologiPenjualan #3LMasterMindHuna 12

No comments:

Powered by Blogger.